BE GENUINE LEADER – TRANSFORMATIONAL SERVANT LEADER BY BUL PENYAMI ,MBA

Great Leaders always Teach, Great Teachers Lead. Leader become great because of their great learning. Great Leader teachers are great listener learners.(Bul Penyami)

Keluhan dan kebutuhan akan pemimpin terdengar dimana mana.Teatpi kebutuhan tersebut bukan berarti bahwa posisi-posisi kepemimpinan lowong dan tidak ada yang mengisinya. Sebaliknya, posisi-posisi kepemimpinan berjubel orang berpredikat pemimpin. Lalu di depan pintu -pintu kepemimpinan berbagai lembaga ada antrian panjang orang menanti giliran untuk jabatan kepemimpinan. Dalam keadaan itulah keluhan bahkan kemarahan mengenai kurangnya pemimpin terdengar dari hari ke hari. Ternyata masalah kepemimpinan diliputi banyak sekali tanda tanya.

Ada apa dengan kepemimpinan di dunia? ada apa dengan kepemimpinan di tanah air kita?lebih tepatnya lagi kalau pertanyaan itu berbunyi :” ada apa dengan kepemimpinan dalam organisasi atau lembaga kita masing-masing?”

PEMIMPIN SEJATI

Dengan melajunya perubahan yang terjadi di dunia dan makin serunya persaingan dalam segala bidang kehidupan, maka sudah saatnyalah bagi pemimpin dan calon pemimpin untuk berkaca, samil bertanya : Pemimpin yang bagaimanakah yang di butuhkan oleh organisasi kita?apakah profil kepemimpinan kita sesuai dengan profil yang di butuhkan?

Pada dasarnya orang-orang yang di pimpin membutuhkan pemimpin dengan kualitas tertentu yang di sebut pemimpin sejati,tetapi mereka kurang mampu mengungkapkannya.Lalu orang-orang yang berada dalam posisi kepemimpinan pada umumnya mempunyai persepsi lain mengenai kepemimpinan. Itulah sebabnya mereka tidak mendengarkan dan memahami adanya keluhan mengenai kurangnya pemimpin,walaupun mereka juga sering merumuskan mengenai kekurangan tersebut.

Bagaimanakah seharusnya profil pemimpin sejati?Siapakah yang menentapkan profile tersebut?bukankah setiap organisasi itu unik sehingga pemimpin yang di harapkan pula unik?bukankah waktu dan perubahan akan membuat sesuatu yang di anggap terbaik pada masa kini menjadi ketinggalan dan tidak baik lagi di masa depan?

Pertanyaan- pertanyaan di atas hanyalah sebagian kecil dari berbagai kemungkinan yang dapat di kemukakan sehubungan dengan pemimoin sejati. Tidaklah mudah untuk merumuskan jawaban terhadap pertanyaan tersebut, Namun demikian satu hal yang harus menjadi kesepakatan awal sebelum lebih jauh memasuki persoalan adalah profile pemimpin sejati harus di rumuskan bersama oleh orang-orang yang di pimpin dan calon-calon pemimpin.

DEFINISI DAN ARTI KEPEMIMPINAN

Orang sering keliru memahami tugas-tugas kepemimpinan. Orang juga sering keliru dalam membahas makna kepeminpinan. Untuk menghindari kekeliruan-kekeliruan tersebut, sebaiknya di bahas lebih dahulu beberapa pendapat mengenai kepemimpinan. Dari berbagai pendapat tersebut kita berusaha merumuskan arti kepemimpinan sesuai pemahaman dan kebutuhan kita sendiri.

Leadership is process of persuasion or example by wich an individual (or leadership team) induces a group to pursue objectives held by the leader or share by the leader and his or her followers(John W. Gardner 1990)

Kepemimpinan adalah proses untuk meyakinkan atau memberi teladan yang di gunakan seseorang(kelompok kepemimpinan) untuk mempengaruhi kelompok tertentu, agar berusaha mencapai tujuan-tujuan yang di miliki pemimpin atau yang di sepakati bersama antara pemimpin dan para pengikutnya.

Leadership is the dicipline of deliberately exerting special influence within a group to move it toward goal of beneficial permanance that fullfill the groups real needs(John Haggai 1996)

Kepemimpinan adalah satu cabang ilmu tentang bagaimana dengan sengaja membangkitkan pengaruh dalam satu kelompok untuk menggerakan kelompok tersebut mencapai tujuan yang bermanfaat permanen, yang memenuhi kebutuhan sejati kelompok tersebut.

The Function of leadership is to help people achieve what they are capable of to establish a vission for the future, to encourage, to coach and to mentor, and to establish and maintain succesfull relationship. (Levin & Croin, 1993)

Kepemimpinan berfungsi membantu orang-orang mencapai apa yang sanggup mereka lakukan,menetapkan visi untuk masa depan,memberikan dorongan dan semangat,melatih dan membimbing,mengadakan bahkan memelihara hubungan-hubungan yang berhasil dan bermanfaat.

Dari tiga contoh uraian dan pengertian mengenai kepemimpinan di atas, kita dapat menyimak dan merumuskan bahwa kepemimpinan itu mencakup empat hal sebagai berikut :

  1. Kepemimpinan adalah ilmu yang praktis
  • Kepemimpinan adalah ilmu yang dapat di pelajari
  • Kepemimpinan adalah mengembangkan pengaruh atas orang-orang yang di pimpin.
  • Kepemimpinan adalah proses meyakinkan orang lain melalui perkataan dan perilaku
  • Kepemimpinan menggerakan kelompok orang-orang yang di pimpin untuk memcapai tujuan tertentu.

2. Tujuan kepemimpinan yang terpenting adalah memenuhi kebutuhan orang-orang yang di pimpinnya.

  • Tujuan organisasi harus menjadi tujuan bersama dari pemimpin dan orang-orang yang di pimpinnya
  • Tujuan harus memenuhi kebutuhan sesungguhnya dari orang-orang yang di pimpin
  • Tujuan harus bermanfaat dalam jangka panjang.

3. Pemimpin berkewajiban menentukan arah dan memampukan anggota mencapai tujuan bersama.

  • Pemimpin menetapkan visi serta meyakinkan orang yang di pimpin mengenai kebenaran dan kegunaan visi tersebut.
  • Pemimpin membantu orang yang di pimpin mencapai tujuan yang sanggup mereka capai
  • Pemimpin adalah pemberi semangat,pelatih dan pembimbing.

4. Pemimpin membangun dan memelihara hubungan-hubungan yang sukses.

  • Pemimpin membangun dan memelihara hubungan dengan orang- orang yang di pimpinnya.
  • Pemimpin membangun dan memelihara hubungan di antara orang-orang yang di pimpin.
  • Pemimpin membangun dan memelihara hubungan dengan pihak luar kelompok atau organisasi.

Keempat pokok di atas dapat di gunakan untuk merumuskan kepemimpinan yang cocok yang sesuai kebutuhan masing- masing organisasi, sehingga dapat pula di rumuskan profil seorang pemimpin sejati.

Saya Sependapat bahwa pemimpin sejati harus memiliki kualitas kepemimpinan ememnuhi syarat- syarat dasar ideal dan berhasil melewati momentum yang menentukan dengan baik.

  • Di LAHIRKAN DAN DI KEMBANGKAN

Kepemimpinan seseorang bisa berkembang secara alamiah dan bisa juga di kembangkan dengan sengaja melalui pendidikan dan pelatihan. Saya Setuju bahwa ada pemimpin yang di lahirkan dan ada pula pemimpin yang “di kembangkan”.

Pemimpin yang di lahirkan sering di artikan bahwa seseorang menjadi pemimpin karena ia adalah keturunan orang-orang yang pernah jadi pemimpin. Kualitas kepemimpinannya di wariskan secara genetika. Ada juga yang mengartikan bahwa kepemimpinan merupakan bakat alamiah yang di bawa lahir, lepas dari soal keturunan. Walaupun orang tuanya tidak tergolong pemimpin. Tapi ia memiliki bakat kepemimpinan.

Menurut Hemat saya, turunan atau bukan turunan, berbakat atau tidak maka kepemimpinan bisa di kembangkan dalam diri seseorang. Kadar atau arah perkembangannya akan berbeda sesuai kebutuhan dan lingkungan dimana ia berkembang. Jadi tidak terlalu di permasalahkan mengenai di lahirkan atau di kembangkan. Yang di lahirkan pun perlu pengembangan, tanpa pengembangan ia tidak mungkin menjadi pemimpin sejati.

ENAM SYARAT DASAR :

Idealnya,seseorang yang terpanggiluntuk menjadi pemimpin harus memenuhi enam syarat dasar. Sejauh dia memenuhi ke enam syarat dasar di bawah ini, maka soal pemimpin di lahirkan atau di kembangkan(dididik atau di latih)tidaklah relevan lagi :

  1. Memiliki dan memelihara Kesehatan Fisik : Seorang pemimpin pertama tama harus sehat secara fisik. Men Sana in Corpore sano, dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Pemimpin bukan sekedar jadi lambang. Di bahunya ada tanggung jawab yang berat. Karena itu ia harus memeras tenaga dan pikiran lebih dari anggota biasa. Secara fisik ia harus sehat. Kalau kesehatannya terganggu, maka pikirannya akan terganggu pula. Kebugaran Fisik berpengaruh pada penampilan seseorang. Orang yang sehat biasanya ceria dan percaya diri ketimbang orang yang sakit. Agar tetap bugar, maka seseorang harus mengatur penggunaan waktunya dengan baik sehingga ada saat untuk beristirahat. Ia harus mengkonsumsi makanan dan minuman yang menyehatkan. Ia berolahraga sesuai dengan kondisi fisik dan usia.

2. Memiliki Pengetahuan yang Cukup dan mutakhir juga Relevan.

Ia harus mendalami ilmu kepemimpinan secara umum, dan juga secara khusus yang relevan dengan tujuan kepemimpinan yang di perankannya. Ia harus memiliki pengetahuan yang luas dan mendalam sesuai dengan talenta yang ada padanya.

Pengetahuan kepemimpinan adalah paduan seni dan ilmu menyangkut manusia dan interaksi kemanusiaan yang memanfaatkan berbagai hal dari cbang-cabang humaniora seperti filsafat, antropologi, psikologi, sosiologi,padagogi, andragogi dan sebagainya.

Pengetahuan khusus yang di latarbelakangi talenta seseorang pemimpin bila di kembangkan dengan baik akan menghasilkan suatu ciri yang unik bagi diri dan kepemimpinannya. Talenta yang akan di kembangkan dan di manfaatkan akan membawa kepuasan pribadi dalam dirinya, sehingga membantu berkembangnya keseimbangan dalam dirinya.

3. Memiliki Sikap yang sesuai dengan peran kepemimpinan.

Pemimpin harus memiliki sikap pro aktif, sikap mental positif yang di dasarkan tanggung jawab atas eksistensi dan kemajuan diri sendiri mapun kelompok yang di pimpinnya serta inisiatif untuk memulai usaha- usaha yang perlu untuk memanjukan diri dan kelompok.

Sikap Pro aktif, selain membuka wawasan untuk berkreasi akan dapat mempengaruhi pengikutnya juga untuk bersikap positif, bertanggung jawab dan berani mengambil inisiatif.

4. Memiliki ketrampilan dalam menjalankan kepemimpinan.

Pengetahuan umum mengenai kepemimpinan dan pengetahuan khusus sesuai talenta yang terjalin dengan sikap tidaklah dengan sendirinya menghasilkan ketrampilan. Ketrampilan hanya akan berkembang bilamanan pemimpin mau berlatih menggunakan pengetahuan dan talenta yang ada.

Pelatihan terbaik ialah melalui praktek langsung. Dalam setiap kesempatan untuk memimpin, harus di coba menerapkan segala pengetahuan dan teori – teori tersebut yang ada. Akan terbukti bahwa teori-teori tersebut tidak selalu cocok untuk setiap situasi. Pengalaman seperti ini akan membuat pemimpin memiliki ketrampilan khusus dalam menjalankan kepemimpinan dalam situasi yang berbeda – beda.

5. Mengembangkan Perilaku dan kebiasaan yang memadukan Pengetahuan, Sikap dan ketrampilan kepemimpinan.

Pengetahuan, Sikap dan ketrampilan yang di miliki seorang pemimpin harus terintegrasi secara utuh, menjadi bagian dari dirinya sehingga semuanya itu terpancar dari pandangan matanya, terungkap dari tutur katanya dan terwujud dari tindakan sehari – hari.

Pemimpin harus berusaha agar bukan hanya pikiran, pengetahuan dan sikap atau tutur katanya saja yang menjadi pemimpin, tetapi seluruh keberadaan dirinya. dengan demikian kepemimpinannya menjadi kebiasaan dan kenyataan hidup nya.

6. Mengembangkan dan mememelihara Etika Kepemimpinan

kepemimpinan di sengaja atau tidak, biasamya di sertai dengan hak-hak istimewa yang berkembang. secara alamiah. Kata-kata seorang pemimpin akan di jadikan rujukan. Kelemahan nya akan di bela. Ia akan di perlakukan berbeda dengan orang lain. Orang-orang yang menjadi pengikutnya bersedia berkorban untuk dia. Dalam keadaan demikian, bisa terjadi bahwa pemimpin menganggap semua hak tersebut menjadi miliknya mutlak, sehingga cenderung menyepelekan aturan- aturan yang ada.

Untuk mencegah hal – hal demikian, pemipmin harus menyadari batas- batas etika dan moral kepemimpinan. Ia harus tetap berusaha berada dalam batas- batas tersebut. Lebih dari sekedar mematuhi batas-batas etika moral, pemimpin harus peka terhadap bisikan hati nurani, sehingga ia juga peka terhadap tuntutan hati nurani orang-orang yang di pimpin nya. Etika moral dan hati nurani harus sejalan dengan keimanan yang di ajarkan oleh agama yang di anut pemimpin.

Etika, moral, ajaran agama dan hati nurani di perlukan oleh pemimpin sebagai alat kendali dalam sistem pengawasan intern diri pemimpin. Ke enam hal yang menjadi syarat dasar tersebut dapat menjadi poros keseimbangan dalam kehidupan sang pemimpin, baik untuk diri sendiri, keluarga maupun masyarakat.

Delapan Momentun kepemimpinan sejati.

Sesuatau yang ideal harus di buktikan kegunaannya.memenuhi syarat-syarat ideal kepemimpinan belum berarti bahwa seseorang sudah menjadi pemimpin sejati. Kepemimpinan tidak berkembang dalam suatu ruang yang hampa, tetapi di dalam ruangan yang penuh dinamika kehidupan dengan berbagai ciri kontekstual dalam waktu yang tidak terbatas.

Untuk dapat di katakan pemimpin sejati, maka selain memiliki syarat-syarat dasar yang ideal, ia harus melewati momentum penentuan yang akan terus berulang sepanjang umur nya, Pemimpin sejati di akui kepemimpinannya bukan selama dia hidup, tapi juga sesudahnya. Pengakuan tersebut berdasarkan keihklasan akali dan nurani orang-orang yang di pimpinnya berada.

Ada delapan momentum yang menentukan dan menjadi ujian kepemimpinan sejati. Ibarat naik tangga


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.