HOW TO BE A WINNING PEOPLE

MOTIVASI, PROFESIONAL DAN ETOS KERJA

Mengapa anda bekerja?Pertanyaan ini memberi penegasan alasan kita bekerja. Lebih lanjut, mengapa anda bekerja di perusahaan ini?ada banyak jawabannya,ada yang sama, ada pula yang berbeda. Jawaban itu menentukan bagaimana kita melakukan pekerjaan kita.

Satu hal yang penting yang dapat di mengerti adalah bahwa bekerja itu merupakan suatu pilihan, bukan? Aku memilih bekerja disini karena aku bisa saja : Bekerja di tempat lain, Tidak bekerja disini dan di tempat lain dan bekerja disini dan di tempat lain.

Jadi kita mempunyai kemerdekaan untuk memilih. Ternyata pilihanku bekerja disini. Kalau bekerja adalah pilihan kita sendiri, berarti kita punya tanggung jawab terhadap pekerjaan itu. Mengapa? karena kita di percayai oleh instansi ini untuk jadi bagian di dalamnya.

Instansi memberi kepercayaan karena kita sendiri telah memberikan pernyataan untuk mengabdi diri pada tugas, pekerjaan serta pelayanan kita dengan segala konsekuensinya. Dengan demikian kita memiliki profesi. Profesi berasal dari kata Profess, artinya Menyatakan. Atas dasar profesi tersebut, kita harus mengerjakan tugas-tugas secara profesional.

Ciri-cirinya : Menguasai tugas-tugas dengan baik, mumpuni, memiliki semangat pelayanan, bekerja berdasarkan etika artinya tidak semaunya sendiri. Oleh karena itu harus memiliki prinsip 5 T yaitu : Tertib / Disiplin, Tanggung jawab / tidak meninggalkan tugas sebelum selesai, Terampil / Cakap, Teliti dan Tahan uji.

Seorang Profesional tentu akan bekerja tidak hanya asal selesai. Dia akan bekerja maksimal, total dengan hasil lebih. Orang tersebut memiliki gairah dalam dirinya untuk meraih target bahkan melampuinya. Gairah ini di sebut Sense of Mission (keinginan mencapai tujuan)

Dengan memiliki gairah kerja, orang akan mengerjakan pekerjaannya dengan sepenuh hati,segenap kemampuan serta seluruh tenaganya. Bahkan dengan di sertai rasa memiliki, orang akan mengorbankan jiwa raganya untuk mencapai hal maksimal. Orang akan bangga dengan pekerjaannya. Sebaliknya, orang yang bekerja dengan setengah hati akan merugikan perusahaan. Seorang guru bijak mengatakan : ” Orang yang bermalas-malasan dalam pekerjaannya sudah menjadi saudara dari perusak”. Maksudnya bahwa kemalasan seseorang bisa mempengaruhi yang lainnya.

Ukuran nilai suatu pekerjaan selain dari hasilnya juga dapat di lihat dari spirit atau semangat dalam mengerjakannya. Perilaku manusia dalam bekerja berdasarkan semangat kerja di sebut ETOS. Etos artinya “sifat”. pembawaan dan karakter. Maka etos kerja adalah sikap atau karakter manusia terhadap nilai dan makna kerja. Di jepang, etos kerja di pahami sebagai sikap hidup Makoto. Suatu sikap yang menjunjung tinggi nilai kemurnian motivasi batin dan menolak yang bersifat mencari kepentingan diri sendiri.

Maka Makoto menekankan jiwa yang menjadi motor dalam hidup terutama dalam bekerja. Apakah ada sesuatu itu di jalankan dengan kejujuran dan kemurnian hati dan apakah di kerjakan dengan kesungguhan. Sikap inilah yang membuat orang memandang suatu pekerjaan itu penting dan berharga asal di jalankan dengan kesungguhan hati dan motivasi murni. Orang tidak melihat jenis pekerjaannya tapi lebih bagaimana orang mengerjakannya. Inilah kebanggaan. Oleh karena itu kerjakannlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah bantahan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.