BAGAIMANA KITA MENSIKAPI SUATU MASALAH

Stanley Arnold mengatakan ; ” Setiap masalah mengandung benih pemecahannya sendiri”. Maksudnya, pemecahannya ada di dalam setiap masalah itu sendiri. Kita pada umumnya berpendapat “Bukan kah hidup akan menjadi benar-benar menyenangkan seandainya kita mempunyai masalah yang lebih mudah atau masalah yang lebih sedikit atau lebih baik tidak ada masalah sama sekali. Maka kita akan pasang iklan : Dicari kehidupan tanpa masalah. Dapatkah anda membantu saya menemukannya? jawaban nya hanya satu : Kuburan. Disana meskipun ada seribu orang, Mereka sudah tidak peduli satu sama lain. Tidak ada yang akan mengganggu tetangganya dsb. Mengapa? karena yang ada hanya kematian. Kalau sudah demikian, masalah selalu ada dalam hidup. Jadi masalah adalah tanda dari kehidupan. Selagi kita hidup, maka kita memiliki masalah.

Untuk mampu mengatasi masalah, ada tiga instrumen penting yakni : Mengetahui, Berfikir, dan Percaya. Artinya jika anda mengetahui akar masalah anda, maka anda sudah mengambil langkah panjang ke arah penanganan masalah tersebut. Hampir setiap masalah menyerah pada Kecakapan, Pengetahuan dan Pengertian. Sebab semua masalah yang kelihatannya kompleks, yang mempunyai potensi untuk merusak itu ternyata Mengandung kemungkinan yang amat kreatif untuk solusi. Pelajarilah masalahnya hingga anda memiliki pengetahuan lengkap. Lalu temukan tempat lemah tersebut, uraikan masalahnya dan selebihnya mudah!

Masalah dapat terpecahkan bila anda mau memikirkan jalan keluarnya atau jalan mengatasinya. Dengan pikiran anda memiliki kekuasaan atas semua kondisi masalah apapun dan betatpun sulitnya. Anda Pasti bisa bila anda berfikir Bisa!. Karena segala hal di tentukan di dalam pikiran. Didalam kita mengingatnya, disana kita mengerti,disana kita bermimpi dan tentu saja berfikir. Jadi sebebnarnya Pikiranlah yang kita miliki.

Namun kita banyak menenmui kenyataan bila masalah menyerang, orang cebderung bereaksi secara emosional bukannnya berfikir. Pikiran yang tidak berada di bawah kendali yang tenang dan logis mengirimkan stimulus emosional kepada saraf bahkan pada lambung yang dalam kondisi panik akan menimbulkan rasa mual. Orang menjadi gugup,mulut kering, jantung berdebar. Padahal benak manusia tidak akan berfungsi secara kreatif ketika panas. Hanya ketika sejuk, otak mengirimkan wawasan faktal,rasional dan intelektual yang menghasilkan solusi yang benar benar memecahkan masalah.Jadi bila masalah muncul, usahakan ketenangan. Kuasailah diri anda dengan tegas dan berkeraslah untuk bereaksi secara tenang. Tetaplah tenang ketika masalah datang.

Berikutnya katakanlah pada diri anda, ” Baiklah,ini masalahnya.mari kita periksa dan pelajari secara cermat faktor-faktor komponennya. Mari kita pertimbangkan dengan tenang implikasinya. Mari kita berfikir dan benar-benar berfikir. Saya sama sekali tidak boleh beraksi secara emosional. Dengan cara ini, pikiran kita muali bertindak. Jangan lupa di sertai doa. Doa adalah suatu bentuk transmisi pikiran. Melalui doa anda bisa membangkitkan kekuatan pikiran Ilahi.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.