A Translator In Outbound Training (Penerjemah Dalam Outbound Training)

Sebagai  “Translator”  peran seorang instruktur outbound training tidaklah sesederhana hanya menjadi pengajar teknis  dan merancang pengalaman, namun lebih dari itu ia harus mampu menjadi  jembatan  anatar peserta outbound training  dan pengalaman itu sendiri. Hal ini bukan sekedar bentuk intervensi biasa, namun sejalan dengan bidang abu-abu  antara apa yang disebut dengan indokrinasi  dan pernyataan  akan keterlibatan dalam kelompok outbound training.

Tantangan dalam memfasilitasi  suatu proses pelatihan outbound training adalah mampu memberikan makna dan signifikasi yang nyata serta mampu menularkan perubahan sikap  pada peserta outbound training. Fasilitasi bukan di implementasikan sebagai keterlibatan  pengalaman peserta  bagi instruktur. Tetapi lebih pada melibatkan stimmulasi pikiran bagi para peserta  menuju pemahaman akhir.

Beberapa hal yang perlu di perhatikan dalam pengembangan transfer of learning  :

  1. Program disusun  lebih dari sekedar  pemberian games; yang berkaitan dengan kehidupan para peserta.
  2. Instruktur outbound training  perlu melakukan sesuatu yang lebih dari sekedar menyediakan waktu bila untuk refleksi  dan menumbuhkan perkembangan dalam generalisasi  dalam rangka memfasilitasi transfer,
  3. Transfer akan lebih bermakna  bila situasi pemecahan masalah dan tanggung jawab peserta  dapat di rencanakan sesuai dengan  konsekuensinya,
  4. Memainkan  pengulangan peran yang signifikan  dan mentransfer  pengetahuan atau pelajaran.
  5. Tidak ada pengganti yang lebih baik  bagi seorang instruktur outbound dalam menyediakan model yang baik atas apa yang ia berikan, di bandingkan dengan harapan implisit  dan peserta ‘to do likewise”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.